Halaman

Sabtu, 25 Februari 2017

Matanya di Mataku

Daun mapel yang jatuh seakan bertanda akan jatuhnya hatiku. Musim gugur tahun ini seakan menjadi saksi pertemuanku dengannya. Pertemuan singkat yang berujung rindu yang tertaut pada do'a-do'a.

Aku penyuka warna pink bertemu dengannya si baju coklat. Entah gairah apa pada tubuhnya yang membangkitkan denyut pada jantungku. Aku terpaku kala itu. Tak disangka singkat itu bisa jadi kenangan panjang untukku.

Mungkin karena senyumnya, ah tidak-tidak, ia tidak tersenyum sama sekali waktu itu. Mungkin karena rambutnya, ah tidak juga, rambutnya normal. Mungkin karena tangannya, haha memang tangannya sedang apa. Atau mungkin karena matanya? Aku diam~... mungkin.. matanya sendu, seakan mengisyaratkan banyak hal yang tak mampu ia ucapkan, seakan menyimpan beban yang tak pernah ia tunjukkan, namun matanya mampu meyakinkan hatiku tuk bergetar saat mengingatnya.

Wajahku tertunduk, tanganku masih terangkat kedua-duanya, bersatu menghadap langit. Aku bersimpuh kembali, mengingat kenangan mataku betemu dengan matanya.

Titip salam

Kepada sang bulan yang tak pernah letih bersinar
Aku titipkan rinduku padamu

Kepada sang bintang yang tak pernah henti berkedip
Aku iringkan salamku padanya

Malam
Dinginmu tak pernah menyerupai ayalku
Dinginmu tak pernah sedingin fikirku
Dinginmu tak pernah tinggalkanku

Hati letih ini mencoba bangkit
Menyapamu sang mentari senja
Menjadikanmu sang surya, bintang terang paling indah

Hai, bintangku
Aku rindu.

Minggu, 05 Februari 2017

Selesai kataku?

Perlahan aku kan terbiasa
Patah hatiku kan sirna
Bayangmu kan senyap
Matahariku kan terbit
Malamku tak dingin
Rinduku kan berujung

Dan semua hanya akan jadi canggung kala kita berjumpa

Den
Singosari, 5 Februari 2017

Selasa, 03 Januari 2017

Rin[du]

Ketika [rindu] datang menjelma
Serupa bayangmu
Namun tak nyata
Menyesaki ruang
Juga sekat dalam jiwa
Mengiris hati
Jua membelenggu asa
Ketika [rindu] datang menjelma

Sabtu, 24 Desember 2016

Tepi

Saya berjalan
Pada titik ini saya bergumam
Pelan

Saya berlari
Pada titik ini saya berhenti
Sendiri

Saya berkelana
Pada titik ini saya menyerah
Lelah

Asa balutan tapi
Imaji batasan amara
Relung hati ingin bicara
Tampak tiada jalan sukanya

Sabtu, 12 November 2016

L A R A

Lara hati
Iya aku lara hati
Dan luka ini pedih tak berukuran

sedih
Iya aku sedih
Merangas bak jiwa yang hendak mati

Kecewa
Ya aku kecewa
Pada karamba yang tak lagi menyimpan ikan

Beginikah
Pabila takdir menghujankan kenangan itu untukku

Run to 2021

Hari pertama ditahun 2021 adalah hari mendung. Langit pagi yang tak cerah membuatku gamang, apakah tahun ini akan berbeda ataukah tahun ini ...