Halaman

Kamis, 31 Desember 2020

Run to 2021

Hari pertama ditahun 2021 adalah hari mendung. Langit pagi yang tak cerah membuatku gamang, apakah tahun ini akan berbeda ataukah tahun ini adalah chapter kedua lanjutan cerita 2020? mengingat keadaan dan situasi yang masih terbatas ini. 

Aku mendongakkan wajah, menatap langit abu-abu seraya membisu. kuamati setiap sudut luasnya, seakan mencari jawaban dibalik mendung yang menutup. Seekor burung terbang berhasil tertangkap mataku. Ia begitu cepat melaju, seakan tak peduli dengan mendung yang mungkin akan menyergapnya dengan air. Ia tetap melaju.

Aku terkesima, diriku tersadar. Burung yang kecil saja bisa semangat menjalani hidupnya tanpa kawatir, mengapa aku tidak? seharusnya aku yang bertubuh lebih besar dari burung ini lebih semangat dan melaju lebih cepat dari pada burung kecil itu.

Aku terseyum, ku condongkan badanku kebawah. Mulai kuikat tali sepatuku dengan kencang. "Hai 2021, aku siap menyambutmu, dengan harapan yang baru". 

Tentang 2020

Saya bukan ARMY, tapi percayalah ketika saya mengetik ini, lagu favorit saya "Life Goes On" sedang berputar.

Seperti judul lagu tersebut, menurut saya tahun 2020 harus ditutup dengan kalimat "Life Goes On". Seperti kebanyakan manusia lainnya, 2020 bagi saya merupakan tahun yang berat.

Mulai dari adaptasi dengan pembelajaran daring, disini yang menyedihkan adalah saya tidak bisa bertemu dengan murid-murid saya, malaikat-malaikat penumbuh semangat saya. Tidak dipungkiri, hidup saya sepi tanpa bertemu dengan makhluk-makhluk unik itu. Ya.. walaupun saya terlepas dari kenakalan-kenakalannya dikelas, tapi justru itu yang sebenarnya saya rindukan dan pembelajaran online tidak bisa menyuguhkan pengalaman serupa secara penuh. 

kedua, ditahun ini, tepatnya pertengahan tahun. Ketika, seluruh dunia sedang dilanda kekawatiran virus corona, saya malah terkena virus herpes, hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Bahkan, saya tidak tahu tentang penyakit yang saya derita, awalnya saya berasumsi jika saya sakit mata karena kebanyakan menatap layar laptop.  ternyata saya salah. Tapi, alhamdulillah qodarullah saya bisa sembuh dalam waktu kurang lebih 2 bulan.

ketiga, ditinggal nikah. hehe. klise, kisah jamak ini sepertinya. tapi tidak bisa dipungkiri, ditinggal nikah juga nyesek rasanya, bukan karena masih sayang, tapi lebih kayak "kok mereka lebih cepet dari aku". ya memang, nikah bukan sebuah perlombaan, tapi.. ditinggal nikah temen aja nyesek apalagi mantan ya yang nikah..

keempat, saya tidak lulus cpns. padahal nilai SKD sudah bagus dan berada di posisi pertama, wah ternyata tidak membuat saya serta merta lulus begitu saja, malah pada akhirnya di tes SKB saya di posisi ketiga, sedih sih,, tapi saya move on.. mulai menyiapkan untuk tes cpns tahun depan lebih awal. nah, kesedihan ke lima masih berkaitan dengan cpns. diakhir tahun ini, kemenparrb mengumumkan bahwa guru tidak ada formasi di cpns lagi, tetapi dialihkan ke pppk. gustii.. disni rasanya kepala saya mau pecah, semua yang berat terasa lebih berat lagi. rasanya ingin oleng, tapi saya coba menguatkan diri. bahwa Allah tidak mungkin memberikan takdir yang buruk kepada hambanya.

so, Life Goes On, enjoy aja dijalani. dan tulisan ini adalah salah satu cara saya untuk berdamai dengan diri sendiri.

Sabtu, 16 Mei 2020

Menggapai Malam Seribu Bulan


Diantara mulianya bulan Ramadhan terdapat satu malam yang dikenal dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini juga dikenal dengan malam yang penuh ampunan. Malam ini pulalah yang dikenal dengan pelipat gandaan ganjaran atau pahala bagi orang-orang yang telah melaksanakan amal baik. Malam ini adalah malam yang disebut Lailatul Qadar.

Seperti yang dijabarkan sebelumnya pada malam ini terdapat banyak keistimewaan*. Beberapa keistimewaan itu adalah pertama, malam ini adalah malam diturunkannya alqur’an. Kedua, amalan-amalan yang kita lakukan diberi ganjaran layaknya kita beribadah seribu bulan. Bayangkan saja amalan yang kita lakukan dalam satu malam mendapat ganjaran seperti kita mengamalkannya kurang lebih selama 83 tahun. Ketiga, apabila kita sungguh-sungguh bertoubat pada malam Lailatul Qadar niscaya Allah SWT akan menggugurkan dosa-dosanya, sehingga dosanya menjadi nol. Keempat, semua malaikat turun ke bumi, bahkan malaikat Jibril ikut turun ke bumi untuk menyapa hamba-hamba yang beribadah. Dan Kelima, malam yang tenang karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi.

Mengingat keistimewaan-keistimewaan tersebut sungguh sayang seribu kali sayang jika kita tidak berusaha meraihnya dengan baik. Sebagai umat yang senantiasa mengharap rahmat dan ampunan Allah SWT kita harus mempersiapkan mendapatkan Lailatul Qadar. Dimulai dari meningkatkan kualitas puasa yang sedang kita jalani. Kita juga perlu meningkatkan ibadah diluar puasa seperti sungguh-sungguh melaksanakan ibadah (mengutamakan jamaah dan melaksanakan shalat sunnah), sedekah, membaca al-qur’an, shalat malam, juga memperbanyak berdoa.

Apabila kita mempersiapkan ini dengan baik, insyaAllah keutamaan malam Lailatul Qadar yang senantiasa kita dambakan dapat kita raih. Yuk, mulai dari sekarang kencangkan semangat untuk meraih Lailatul Qadar. Sayangkan jika kita melewatinya begitu saja, karena malam seperti ini tidak ada dibulan-bulan lainnya…

*Sumber : ceramah ust. Adi Hidayat
#RWCODOP2020
#OneDayOnePost
#RWCDay23
#Ramadhan2020

Rabu, 13 Mei 2020

Teruntuk Sandal

Hai apa kabar?  Tanyaku.
Kau tetap bergeming tak menjawab.
Aku tersenyum memandang guratan yang sama
Sama persis seperti pertama aku melihatnya

Berkarisma.
Entah ada sesuatu yang berbeda
Tak tau juga dimana yang jelas berbeda
Dan itu membuatnya terlihat mempesona

Hhh.. aku menghembuskan nafas
Apa ada yang salah pikirku
Tidak juga, aku hanya mencoba menyapa
Lantas mengapa ia tak bersuara

Oh sandal tenanglah
Aku tidak sedang berusaha mengungkit masa yang telah lau
Aku sungguh tahu bahwa itu hanya sebuah kisah yang dulu
Kau tak perlu bersikap sejauh itu

Tenanglah aku hanya menyapamu
Kau masih sama dimataku
Tapi pintaku juga sudah bukan kamu
Pintaku hanyalah orang yang terbaik bagiku

Sandal oh sandal,
Malang, 13 Mei 2020

Jumat, 24 April 2020

Puasa Hari Pertama

Alhamdulillah adalah kata pertama yang ingin saya tulis. Mengapa?  Karena banyak rasa syukur yang ingin saya ungkapkan.  Pertama, nikmat saya membuka mata. Kedua,  masih bertemu orang tua. Ketiga, masih diberi keaehatan. Sebenarnya masih banyak dan alhamdulillah paling besar adalah karena Allah masih memberi kesempatan bagi saya bertemu bulan mulia ini.

Bicara tentang bulan mulia,  berarti harus bicara yang spesial dong.  Hehe

Ada yang tak biasa dengan kegiatanku hari ini.  Yap, hari ini aku memasak dan mencoba resep baru.  Ya.. Walaupun di internet sudah banyak, tapi ini baru buatku dan wajib kutulis. 

Hari ini aku membuat : Kentang Keju

Hehe familiar kan? Bagaimana cara membuatnya akan saya bagikan

Pertama siapkan bahan dulu dong,  bahannya :
1. 500 gr kentang
2. 7 sdm tepung maizena
3. 1/2 batang keju
4. Potongan seledri

Cara membuatnya
1. Kupas kentang dan potong kotak-kotak
2. Kukus kentang pada air mendidih sampai matang
3. Tiriskan kentang dan haluskan (disini saya menghaluskan menggunakan ulek-ulek) 
4. Tambahkan maizena dan keju (kejunya diparut dulu ya) 
5. Tambahkan juga potongan seledri
6. Campur semua bahan hingga merata
7. Masukkan adonan ke dalam plastik dan bentuk menjadi seperti stik
8. Goreng dalam minyak panas
9. Tiriskan dan selesai 

Gampang bangetkan? 
Awalnya aku kira ini bakal gagal. Telebih pas saya mencampur semua adonan,  bau keju sangat menyengat,  bikin saya enek,  karena sejatinya saya kurang terlalu suka keju. Tapi pas hasilnya jadi,  alhamdulillah ternyata rasanya enak dan gurih. Bahkan waktu buka kentang kejunya ludes. 

Coba deh praktikkan di rumah,  karena resep ini simpel dan mudah dicoba. 

Eh iya, soal foto..  Ada sih.. Tapi maaf mungkin kurang menarik,  karena saya selesai memasak pas mepet waktu berbuka,  walhasil hanya do foto seadanya.. 

Hopefullly you're enjoy it.. 

Kamis, 23 April 2020

Membuat Foto Polaroid Sendiri

Hari ini ditengah rasa bosan akan #dirumahaja. Saya mencoba mengutak-atik laptop membuat foto polaroid editan sendiri. Rencana membuat foto polaroid sebenarnya sudah terbesit sangat lama, semenjak saya memutuskan mengubah bentuk kamar dan menghiasinya dengan beberapa hiasan dinding. Namun,  prosea tersebut tidak langsung jadi. Karena kesibukan saya sering menunda-nunda, termasuk membuat polaroid ini. 

Singkat cerita,  saya sudah berencana memasang hijang yang nantinya akan saya cantolkan foto polaroid saya disana. Beberapa bulan yang lalu,  hijang sudah terpasang tinggal fotonya.  Kebetulan ada keperluan ke toko alat tulis. Sekalianlah saya membeli kertas foto sebagai bahan membuat polaroid. 

Nah hari ini baru eksekusinya.  Hehe

Bahan yang dibutuhkan untuk polaroid hanya kertas foto saja kok. Untuk saya karena hanya dipajang di kamar, saya membeli kertas foto yang paling murah.

Lalu cara membuatnya bagaimana? 
1. Buka microsoft word
2. Biat shape kotak berwarna putih dengan outline hitam
3. Atur ukuran kotak, kalau saya pakai ukuran instax yaitu 7,6 dan 9,1 cm.  Tapi teman-teman. Bisa browsing kok ukurannya.
4. Buat shape kotak tersebut sejumlah foto yang kalian inginkan
5. Masukkan foto
6. Sesuaikan ukuran dengan shape.
7. Kalian boleh atur contras atau brightness (boleh juga tidak) 
8. Print foto dengan mengatur jenis kertas glossy
9. Potong foto pada bagian outline
10. Selesai

Hehe itu tadi cara sederhana membuat polaroid ala saya.  Tentu teman-teman yang canggih teknologi bisa mengombinasikan beberapa aplikasi supaya menghasilkan foto yang lebih baik. 

Oh ya,  teman-teman juga bisa menggunakan aplikasi photoscape loh untuk membuat polaroid. 

Selamat mencoba. 

Ini hasil foto polaroid saya : 

Jumat, 10 April 2020

Hai

kau tau aku sedang apa sekarang?
mengetik? tentu saja.
tentu kau paham bukan tentang itu yang aku tanyakan.
lalu apa?
hhh... kau sedang mencoba pura-pura tidak tahu ya
aku tak mau menjawab
jelas-jelas dijidatmu sudah tertulis dan kau masih bertanya
jangan mengangkat dahi
aku bahkan tidak perlu menatapmu untuk tahu
bahwa kau sebenarnya sudah tau jawabannya
tidak.. tidak..
aku tidak menyimpulkan sendiri
aku tahu, bertahun bersama tak mungkin aku salah kan
mungkin sedikit
tapi untuk kali ini aku sangat yakin
apa mauku?
hahaha aku tak mau apa-apa
dan tak ingin kau melakukan apa-apa
aku hanya sedang mencari kebenaaraan yang sebenarnya sudah benar
tak perlu dicari
ah sudahlah..
kau tak akan menjawabnya dengan benar
apa?
ya apa lagi
pertanyaan pertama.

Rabu, 03 Juli 2019

Surat Hati Kepada Kenangan

Sejak kepergianmu.
aku belajar untuk selalu kuat.
aku belajar untuk tetap tersenyum di antara tumpukan rasa sakit yang senstiasa menghujam tiap detik.
bukan aku sesosok yang hebat, nyatanya tanpamu aku lemah. hidupku hancur. hari-hariku terasa disisakan hanya untuk menangisi kepergianmu, sedang lainnya disisakan untuk mengharap kau kembali. mungkin naif, bagi seseorang yang meninggalkanmu ini menginginkan mu kembali. tapi itu yang nyata terpatri dalam jiwaku. aku ingin engkau. aku ingin engkau selalu ada. aku ingin kau kembali. menoleh kearahku dengan seutas senyum kebanggaanmu berlari kearahku, meraih tanganku menuju pantai dengan langit nan biru seperti janjimu. diarrr.. itu mimpiku.

sejak kepergianmu.
aku belajar menghapuskan egoku.
aku belajar untuk menahan segala asa di hati. mungkin aku terlatih untuk tidak ego berlari kearahmu ketika aku dilanda rindu. aku terseok. terjerembab. bangkit. lalu jatuh kembali. makna itu tak selalu ku temukan dengan benar. definisi yang ada sering kali berubah sesuai dengan keadaan yang ada. atau yang kupikir sesuai dengan jalan usia yang membuatku dewasa.

sejak kepergianmu.
aku belajar mengenai arti ikhlas.
aku belajar bagaimana seseorang yang berkesan tidak akan pernah terhapus dari pikiran. dulu aku mengingkarinya. aku pikir aku akan beerbeda dengan orang-orang jika aku bertekat dengan semangat untuk melupakanmu. nyatanya tekatku hanya hayal yang tak menjadi nyata.bayangmu selalu ada dalam pikirku, bayangmu selalu terlintas saat aku bersedih, tertawa, terluka, bahkan saat aku bahagia. tanpa ada rasa sakit, aku masih mengenangmu, sembari menunggu kau kembali. aku kira itulah ikhlas.

sejak kepergianmu.
aku sadar betapa diri ini belajar banyak darimu. betapa diri ini menjadi kuat tanpamu. aku sadar aku bisa tanpamu. aku sadar untuk menjadi bahagia tak selalu keinginan kita harus terpenuhi. ego yang membuncah tiada guna diluapkan. kadang kita hanya butuh berdiam diri.

hey kamu..
sejak kepergianmu.
aku tahu aku menjadi lebih baik dari diriku yang dulu.
terima kasih, kenangan~

Jumat, 25 Januari 2019

Kegiatan Kelas : Membuat Kerajinan Kain Flanel

Halo, kegiatan hari ini di kelas 2B adalah membuat kerajinan dari kain flanel.
sebelumnya, kemarin saya sudah memberi arahan pada anak-anak untuk membawa kain flanel, gunting dan karton yang sudah berpola.

sejak saya masuk, mereka telah antusias dengan bahan-bahannya masing-masing. sedikit gaduh dan hal tersebut tentunya menyita perhatian mereka pada saat berdoa dan kegiatan pembiasaan. namun, sebisa mmungkin saya kondisikan kelas seperti biasa, agar tenang dan tertib.

setelah berdoa dan kegiatan pembiasaan, mulailah masuk pada kegiatan utama. kegiatan pertama yang kami lakukan adalah menggambar/menjiplak pola pada lembar kain flanel. sebenarnya, sebagian siswa telah ada yang mempersiapkannya dirumah. artinya, mereka sudah menggunting, disekolah tinggal ditempelkan. bahkan ada yang sudah jadi (ini agak miris ya, karena saya tahu sebagian besar dibuartkan oleh orang tuanya kalau dikerjakan dirumah). oke fokus pada penggambaran pola, saya sedikit senang karena anak-anak bisa mandiri dalam hal ini.

langkah kedua yaitu, siswa menggunting pola pada kain flanel. ada beberapa yang dapat menggunting mandiri dan rapi. tetapi ada juga yang kebingungan dan meminta bantuan. wajar, kemampuan anak berbeda-beda.

langkah ketiga, nah ini tahap yang saya harus bekerja penuh. tahap ini adala tahap merekatkan kain flanel sesuai bentuk. untuk merekatkan saya memakai lem tembak. otomatis saya tidak membiarkan anak-anak merekatkan sendiri, karena lem tembak sangat panas. alhasil, mereka semua antri agar karya miliknya segera di rekatkan. hmm saya akui ini bagian yang sangat tidak kondusif. suasana yang seperti ini memicu pertengkaran diantara siswa, kelas yang gaduh, dan lain-lain karena saya tidak fokus pada siswa.

setelah semua selesai direkatkan, anak-anak mengumpulkan hasil kerjanya di meja saya. dan inilah akhir ketika anak-anak pulang, PR saya adalah menilai kerja mereka.

hmm.. untuk hasil akhir lumayan, ada banyak yang hasil karyanya bagus. kapan-kapan saya post disini fotonya. semoga teman-teman menikmati tulisan saya dan mau mengoreksi kesalahan saya dalam pembelajaran ini. oh ya semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi teman-teman semua. salam hangat.

Selasa, 14 Agustus 2018

Saat Saat Bersamamu *seseorang yang lain*

Saat aku dibelakangmu
Aku hanya ingin satu,  memeluk punggungmu dengan seerat-eratnya.  Lalu, menyandarkan kepalaku sembari merasakan semilir angin yang menyertai perjalanan kita.

Saat aku disampingmu
Aku ingin kau terus disana dengan candamu juga tawamu. Lalu,  aku akan menyahutkan tawaku untukmu

Saat aku didepanmu
Aku ingin kau segera selesai dengan segala urusanmu.  Lalu,  aku akan menunggumu sembari berjalan perlahan agar kau tak keberatan menyamai langkahku

Saat aku bersamamu
Aku tak ingin dunia berputar dan waktu berlalu.  Aku hanya ingin seperti ini, melihatmu, mendalamimu,  menikmati sampinganmu.. 

Jumat, 29 Juni 2018

Menjadi Seorang Introver


Memiliki kepribadian introver itu unik. Kau harus menjadi berbeda dengan orang lain kebanyakan yang ada di dunia. Bukan maumu, menjadi introver sudah seperti takdir yang digariskan yang tidak dapat diubah sekeras apapun kau ingin mengubahnya. Seakan apa yang terjadi didirimu bukanlah suatu kesalahan, namun sering dinilai salah atau kurang tepat oleh kebanyakan orang.

Introver merupakan spesies kecil dimuka bumi ini. Sekian banyak penduduk bumi umumnya berkepribadian ekstrover. Urfa (2017) menjelaskan dalam bukunya bahwa total jumlah introver hanya 1/3 dari seluruh jumlah penduduk dimuka bumi ini. Bisa dibayangkan, apabila kau memiliki 100 orang teman, hanya 33 diantaranya introver. Ini masih mending, daripada fakta yang disebutkan oleh tirto.id, bahwa introver dimuka bumi ini hanya ada 25% penduduk bumi. Artinya hanya 25 manusia diantara 100 manusia yang berkepribadian introver.

Sering dicap anti sosial dan pemalu. Memang orang yang  berkepribadian introver cenderung diam dan tertutup dari dunia luar. Mereka tidak suka berada diantara kerumunan orang, mereka juga tidak suka bertemu dengan orang, juga tidak senang dengan telpon yang masuk, nada dering, bel rumah, klakson. Namun, siapa sangka jika si introver ternyata bukanlah seorang yang anti sosial dan pemalu, atau maksudnya introver dan anti sosial dan pemalu itu adalah hal yang sangat berbeda. Introver bukannya tidak senang dengan orang lain tetapi mereka tidak nyaman. Mereka tidak nyaman dengan orang lain yang suka basa basi. Bagi introver, basa-basi itu membuang-buang waktu. Mereka juga tidak suka berpura-pura, misalnya mereka tidak nyaman dengan seseorang lantas mereka tidak akan bertahan dengan berpura-pura suka atau bahagia dengan orang tersebut, introver lebih memilih menarik diri dan menjauh dari orang tersebut daripada ia harus memasang topeng diwajahnya.

Lalu dengan siapa introver berteman? Introver berteman dengan orang-orang yang dirasa nyaman baginya. Oleh karena itu, teman seorang introver biasanya dapat dihitung dengan jari karena hanya sedikit. Introver tak mengunggulkan kuantitas dalam bergaul, tetapi kualitas. Jadi, teman sedikit tak masalah baginya asalkan ia nyaman dengan orang tersebut. Selain itu, teman introver adalah kesunyian. Sudah dijelaskan tadi bahwa introver tidak suka dengan kerumunan orang. Introver lebih suka menyendiri, dengan sendiri ia bisa mengeksplorasi dirinya sendiri, bisa menenangkan dirinya sendiri atau bahkan dapat menciptakan sesuatu yang luarbiasa dengan kesendiriannya. Baginya sendiri adalah energi, berkumpul dengan banyak orang membuatnya kehabisan energi, dengan sendiri ia dapat mengembalikan energinya kembali.

Lalu, menjadi introver salah kah? BIG NO. Karena introver hanya kepribadian yang kebetulan hanya berjumlah sedikit dimuka bumi ini. Keberadaan introver juga sebenarnya dibutuhkan. Introver memiliki keahlian-keahlian yang tidak dimiliki oleh ekstrover seperti daya analisis yang tinggi.

Percayalah setiap makhluk yang diciptakan dimuka bumi ini memiliki peran dan tujuannya masing-masing, jika ia sesuai dengan hidupmu berarti ia dikirim untuk menemanimu, jika ia tak sesuai dengan hidupmu berarti ia dikirim untuk memberimu pelajaran kesabaran dan menghormati orang lain.


Rujukan.
Urfa Qurrota Ainy - Mendengar Nyanyian Sunyi - 2017 - Bogor : CV. IDS

Jumat, 23 Maret 2018

Mencintai Cinta

Aku berpikir kembali apa itu cinta setelah hujan dusta mengenai kepercayaanku. kemarin aku kira cinta kan tumbuh bersama, saling melengkapi, juga hari-hari yang diisi kebahagiaan. aku kira dengan cinta kita bisa selamat, karena katanya cinta akan menjaga juga menyelamatkan. dipikiranku cinta lebih indah dari sekedar pelangi yang kau temukan di tengah sawah pada tengah-tengah perjalanan lusuhmu menuju rumah. itu cinta yang aku pikir kemarin..

hari ini, sekotak kue telah tedampar di atas meja kotak yang kurang lebih berukuran 50 cm x 50 cm. aku memandanginya, ada dua potong roti didalamnya. untuk lima detik kedepannya aku masih memandangi kotak itu. Lala datang,

"tumben Ree kamu bawa bekal" tanyanya.

"bukan punyaku" jawabku.

Lala tidak melanjutkan percakapan, sepertinya ia terburu menghampiri Nando, pacarnya dari kelas MIPA. aku duduk di bangkuku tanpa menggeser kotak kue itu. penglihatanku masih tertuju pada kotak itu, ada kertas di bawahnya.

Dimakan yaa Ree, aku tahu kamu belum makan
-Kay-


oh, aku langsung paham. pelan-pelan membuka kotak itu dan memakannya.

Kay ialah murid kelas sebelah. aku dan dia kebetulan kenal di program lintas minat yang sama, Bahasa Jepang. sebenarnya tidak ada maksud atau tujuan tertentu aku memilih lintas minat itu, hanya aku bosan dengan kelas Biologi, Fisika, Kimia dan lainnya yang menurutku membosankan itu. Jadi, aku memang dekat dengan Kai, dia menyenangkan dan nyambung untuk berbicara denganku. sebenarnya aku hampir jatuh cinta kepadanya jika aku tidak ingat masa lalu ku, juga tidak mendapati kenyataan cara Kay yang membosankan ini untuk menarik perhatianku.

tapi itulah Kay, seseorang yang mampu membuatku tersenyum lagi, merasa masih ada harapan hidup yang menyenangkan bakal menemuiku. dia menarik perhatianku dengan caranya sendiri yang tentunya berbeda dengan yang lalu. tetapi itulah Kay, yang datang setelah aku patah hati, setelah aku mengerti bahwa kita harus benar-benar hati-hati untuk memberikan hati untuk orang lain. karena rasa sakit itu adalah tanggungan kita sendiri.

tapi aku tetap menyukai Kay, tetap mempersilahkannya masuk kedalam duniaku. tanpa ada harapan yang lebih. entah akan berakhir seperti apakah antara aku dan Kay, aku akan tetap menjalaninya.


to be continue...

Sabtu, 06 Januari 2018

Laman Kosong

Kolom ini
Sudah lama kosong
Barang kali
Kau mencari-cari
Kenapa tidak aku tulis
Atau kau malah tak hirau lagi
Kolom ini
Sudah lama kosong
Barang kali
Kau bertanya-tanya
Mengapa ku biarkan kosong
Atau kau malah membiarkannya kosong
Kolom ini
Sudah lama kosong
Barang kali
Kau menerka-nerka
Apa yang buatku mengosongkannya
Atau kau malah tak pernah menjejak disini
Kolom ini
Sudah lama kosong
Barang kali
Kau menebak-nebak
Apa kau bisa mengisinya
Atau kau malah ingin menghindarinya
Kolom ini
Sudah lama kosong
Barang kali
ku mengharap-harap
Hadirnya aksara rapih disini
Atau kau malah bersorak ria
Kolom ini
Sudah lama kosong
Barang kali
Kau merindu-rindu
Pada sosok dibaliknya
Atau kalau malah benci memikirkannya
Demikian terkaanku
Soal kolom yang tak kunjung terisi
Singosari, 6 Januari 2018

Sabtu, 14 Oktober 2017

Jangan asal download template blog

Sedikit tragis, hal pertama yang saya tulis setelah sekian lama gak ngeblog adalah tentang kegagalan saya memilih template. Template merupakan gaya, latar atau background blog. Template ini biasanya sudah tersedia instan di tempat dimana km menulis blog, tp biasanya terbatas. Nah, untuk yang tidak terbatas km bisa mendownloadnya melalui google atau km bisa menyesuaikan sendiri.

Disini saya ingin bercerita kalau hari ini saya zonk dalam memilih template. Jadi hari ini saya berniat untuk memperbaiki tampilan blog agar berbeda dan (mau saya) disesuaikan sama usia, kalau kemarin cute-cute gimana gitu sekarang pingin yang sedikit lebih dewasa. Oleh karena itu, saya searching template di google sampai saya menemukan template yang saya rasa "pas". Selanjutnya, saya download deh tuh template lalu di teraplan di blog. Bayangan saya, blog saya bakal cantik, tinggal poles dikit dan di tambahi gadget yang seauai template pasti akan terlihat manis. Eh, saya salah (T.T), blog saya jadi terlihat kacau. Banyak tulisan yang tidak pada tempatnya, saat di scroll ke atas dan ke bawah banyak tulisan yang ikut, sehingga tulisannya jadi numpuk.

Karena saya bingung dengan templatenya yang gak bisa di apa*in, finally saya mengembalikan template ke tema sebelumnya (yang tadinya sudah saya download). Done. Saya kira permasalahan selesai, ternyata template yang saya terapkan tadi meninggalkan gadget-gadget gak jelas di blog saya dan parahnya mereka tidak bisa dihapus. Nyesekk kan... akhirnya saya hanya bisa mengganti template instan yang ada di blogger yang tidak menampakkan gadget supaya gadget yang gak jelas itu ikut-ikutan muncul lagi. *tear*

Itu adalah cerita singkat saya mengenai template blog. Saya harap teman-teman berhati-hati dalam mendownload template blog dan menerapkannya.

Untuk template blog saya bagaimana? Gak usah kawatir, saya pakai template instan dulu. Nanti kalau ada waktu dan kesempatan, saya bakal ganti template dan menghapus habis gadget gak jelas yang ada di blog saya. ^^. Ok, terima kasih sudah membaca. Enjoy in here..

Sabtu, 02 September 2017

Hhmm..

Kepada waktu yang enggan kembali
Kepada kisah yang terlanjur pergi
Aku menatap waktu sembari tersenyum
Mengulur sapa pada rindu yang tak lagi terbalas

Bersabarlah hati...
Bahkan bianglala tak selamanya di bawah
Ia terus berputar berkeliling dan mencari
Siapa gerangan seperti apakah gerangan

Akankah sama ataukah berbeda
Hanya bahagia yang terdamba disana
Ah dinda tak peduli
Dinda hanya perlu tersenyum...

Senin, 14 Agustus 2017

Sibuk

Kalaupun alang ku alihkan
Semak ku pangkas kebas
Ombak ku hempas
Laut ku belah berarah
Siapa peduli?

Kalaupun bintang ku ganti kerlipnya
Bulan ku hapus sinarnya
Bumi ku hilangkan dari bima sakti
Pun awan yang hilang kutiup
Siapa peduli?

Jumat, 17 Maret 2017

Pergi terbang

Pergi
Pergilah yang jauh
Terbang
Terbanglah yang tinggi

Biarkan aku
Memeluk batu hitam lamunku
Dengan batin deraikan hujan
Memetik irama jiwa dayu

Malang, 17 Maret 2016

Minggu, 12 Maret 2017

Mahkota yang Hilang Permatanya

Pada mahkota yang hilang permatanya
Pada sang surya yang berpendar di ufuk barat
senyum kecil tanpa arti
Menyunggingkan perisai bentangi langit ini

Pada kaum yang berbaju goni
Pada pejabat yang bersarung amanat
Hambar senyuman tersirat
Tuturkan bilah kata yang tak terucap

Pada dunia yang tak lagi berputar
Pada merpati yang tak lagi bersayap
Aku tetap berjuang
Sampaikan kabar kabar burung yang tak berucap

Senin, 27 Februari 2017

Gendewa Atma di ujung senja

Daun kuning membakar Aurora
Erupsinya membekas bagai darah menghujam jantung
Apa saja yang akan datang terhitung dalam neraca
Nnti gendewa yang berkelakar menunggu menjadi patung
Untungnya senja tak pergi ke ujung semesta
Racau nada berdering
Imbas kan sebait kata
Lalu dia terdiam dan terlihat kering

By : Wayan Nugroho

Sabtu, 25 Februari 2017

Matanya di Mataku

Daun mapel yang jatuh seakan bertanda akan jatuhnya hatiku. Musim gugur tahun ini seakan menjadi saksi pertemuanku dengannya. Pertemuan singkat yang berujung rindu yang tertaut pada do'a-do'a.

Aku penyuka warna pink bertemu dengannya si baju coklat. Entah gairah apa pada tubuhnya yang membangkitkan denyut pada jantungku. Aku terpaku kala itu. Tak disangka singkat itu bisa jadi kenangan panjang untukku.

Mungkin karena senyumnya, ah tidak-tidak, ia tidak tersenyum sama sekali waktu itu. Mungkin karena rambutnya, ah tidak juga, rambutnya normal. Mungkin karena tangannya, haha memang tangannya sedang apa. Atau mungkin karena matanya? Aku diam~... mungkin.. matanya sendu, seakan mengisyaratkan banyak hal yang tak mampu ia ucapkan, seakan menyimpan beban yang tak pernah ia tunjukkan, namun matanya mampu meyakinkan hatiku tuk bergetar saat mengingatnya.

Wajahku tertunduk, tanganku masih terangkat kedua-duanya, bersatu menghadap langit. Aku bersimpuh kembali, mengingat kenangan mataku betemu dengan matanya.

Run to 2021

Hari pertama ditahun 2021 adalah hari mendung. Langit pagi yang tak cerah membuatku gamang, apakah tahun ini akan berbeda ataukah tahun ini ...